Teganai Hegemony Based On Islamic Family Law In Marriage Arrangements In Tanjung Muda Village, Hamparan Rawang District
DOI:
https://doi.org/10.33751/jhss.v10i03.290Kata Kunci:
Teganai, Islamic Family Law, Cultural HegemonyAbstrak
This study confirms that teganai is a central element in the social system of the matrilineal community in Tanjung Muda Village which has social, moral, and symbolic functions in maintaining family honor and social balance. Its authority is culturally legitimized and reflects a form of cultural hegemony that society accepts voluntarily. In the perspective of structural functionalism theory, the role of teganai contributes to strengthening solidarity and social stability. However, when such authority goes beyond the boundaries of Islamic law, there is a potential structural dysfunction between customs and religious norms. From the point of view of Islamic family law, the role of teganai is acceptable as long as it does not replace the position of the marriage guardian as the legal pillar of marriage. The tension between customary and Islamic law is not in conflict, but rather shows a complementary relationship between living law and divine law. Therefore, harmonization between customary values and Islamic legal principles is needed to maintain balance, justice, and social order in indigenous peoples based on Islamic values.
Referensi
M. H. Akbar, L. N. Muhammad, and N. Faridillah, “Struktur Sosial dan Dinamika Persekutuan Hukum Adat di Indonesia: Kajian terhadap Kekerabatan, Ketetanggaan, dan Keorganisasian,” Taruna Law: Journal of Law and Syariah, vol. 3, no. 02, pp. 131–141, 2025.
G. D. R. Simamora, S. Pasaribu, V. Y. Tarihoran, and R. B. M. Nainggolan, “Peran Adat Istiadat di Desa Pagar Batu,” Jurnal Trust Pentakosta, vol. 1, no. 1, pp. 33–39, 2024.
A. Wafiq, “Pernikahan Dini di Kabupaten Bantul Perspektif Hukum Adat dan Hukum Islam (Studi Kasus di KUA Kapanewon Pleret),” Universitas Islam Indonesia, 2024.
M. P. Ayu, “Integrasi Sosial Masyarakat Pada Tradisi Ruwat Bumi Di Desa Ambarawa Barat Kecamatan Ambarawa Kabupaten Pringsewu,” Uin Raden Intan Lampung, 2024.
B. Maunah, “Pendidikan dalam perspektif struktural fungsional,” Cendekia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, vol. 10, no. 2, pp. 159–178, 2016.
A. C. Nugroho, “Teori utama sosiologi komunikasi (fungsionalisme struktural, teori konflik, interaksi simbolik),” Majalah Semi Ilmiah Populer Komunikasi Massa, vol. 2, no. 2, 2021.
H. K. Gusti, “Perspektif Hukum Keluarga Islam tentang dinamika peran orang tua dalam pemilihan pasangan pernikahan menurut adat Jawa dan implikasinya terhadap perlindungan hak-hak anak,” Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan, vol. 18, no. 5, pp. 3256–3268, 2024.
S. Satia, “Implementasi Hukum Islam Dalam Tradisi Pernikahan Adat Di Ternate,” Al-Mizan: Jurnal Kajian Hukum dan Ekonomi, pp. 117–131, 2024.
N. Nia, R. Isabella, and M. Romdoni, “Akulturasi Hukum Islam dan Hukum Adat dalam Perkawinan Adat di Minangkabau,” Pikukuh: Jurnal Hukum dan Kearifan Lokal, vol. 2, no. 1, pp. 27–43, 2025.
J. P. E. Rumangun et al., Hukum Adat Perlindungan Anak. Tohar Media, 2024.
M. Japar, S. Syarifa, D. N. Fadhilah, and A. Damayanti, Kajian Masyarakat Indonesia & Multikulturalisme Berbasis Kearifan Lokal. Jakad Media Publishing, 2021.
D. di N. P. Tuan, “A. Nagari Masa Kerajaan Pagaruyuang,” DI NAGARINYA PARA TUAN, p. 90.
H. A. D. Muda, “Kedudukan anak dalam Amalgamasi antara Etnis Minangkabau dan Etnis Jawa dalam pandangan pemangku adat: Studi Etnografi di Kecamatan Lubuk Kilangan Kota Padang,” Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim, 2025.
A. A. Tarigan and J. Naldo, Analisis sosiologis perubahan pola pembagian warisan sebagai modal usaha pada masyarakat Minang di Kota Medan dan Kota Padang. Merdeka Kreasi Group, 2022.
R. Suciati Putri, “Relasi Kuasa Lembaga Adat Dan Pemerintah Desa Dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Di Desa Bantan Sari, Kecamatan Marau, Kabupaten Ketapang Provinsi Kalimantan Barat,” Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa STPMD" APMD", 2023.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 JHSS (JOURNAL OF HUMANITIES AND SOCIAL STUDIES)

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.







