Effectiveness Of Environmental Law Enforcement Against Illegal Logging In Rokan Hulu Regency

Authors

  • Rabiuladawiyah Rabiuladawiyah Rokania University, Riau, Indonesia
  • Budi Hartono Rokania University, Riau, Indonesia
  • Fat Haryanto Lisda Rokania University, Riau, Indonesia
  • Resti Hefriyenni Rokania University, Riau, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.33751/jhss.v10i03.293

Keywords:

Keywords: Environmental Law; Environmental Legal Protection; Illegal Logging; Law Enforcement.

Abstract

Illegal logging remains one of the major environmental challenges threatening forest sustainability in Indonesia, particularly in Rokan Hulu Regency, Riau Province. This study aims to examine the effectiveness of environmental law enforcement against illegal logging and to analyze whether its implementation is consistent with the principles of environmental legal protection, including the doctrine of ultimum remedium. This research employs a normative legal research approach using a statutory, conceptual, and doctrinal approach. The legal materials analyzed consist of primary legal materials, including Law No. 18 of 2013 concerning the Prevention and Eradication of Forest Destruction and Law No. 32 of 2009 concerning Environmental Protection and Management, supported by secondary legal materials comprising legal literature, scholarly journals, and official government documents. The collected legal materials were analyzed qualitatively through legal interpretation and descriptive-analytical methods. The findings indicate that environmental law enforcement against illegal logging in Rokan Hulu Regency is partially effective when assessed based on regulatory compliance, implementation of legal sanctions, and the achievement of environmental protection objectives. Although Indonesia has established a comprehensive legal framework for combating illegal logging, its implementation remains constrained by institutional capacity, inter-agency coordination, supporting facilities, and the continuing occurrence of environmental degradation. The study also concludes that the implementation of environmental law enforcement is generally consistent with the principles of environmental legal protection, including the doctrine of ultimum remedium. However, the application of ultimum remedium should be determined according to the statutory provisions governing each type of offence and should not be interpreted as requiring administrative sanctions before criminal prosecution in every illegal logging case.

References

D. N. Sari et al., “Keseimbangan ekonomi dan lingkungan dalam pengelolaan hutan berkelanjutan: Konservasi keanekaragaman hayati sebagai aset ekonomi,” Jurnal Akuntansi, Manajemen dan Ekonomi, vol. 3, no. 2, pp. 11–19, 2024, doi: 10.56248/jamane.v3i2.99.

F. S. Latumahina et al., Perlindungan Hutan Mangrove dalam Menghadapi Dampak Perubahan Iklim. Bandung, Indonesia: Penerbit Widina, 2025.

D. A. Firdaus and S. H. N. Surbakti, “Penegakan hukum tindak pidana illegal logging dalam upaya perlindungan hutan di Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur,” 2020. [Online]. Available: http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/86065

A. A. T. Jadda, “Peran polisi hutan dalam penanggulangan tindak pidana illegal logging di Indonesia,” Madani Legal Review, vol. 3, no. 2, pp. 94–111, 2019, doi: 10.31850/malrev.v3i2.405.

M. Nurdin, “Peranan penyidik dalam penegakan hukum terhadap pelanggaran tindak pidana lingkungan hidup,” Jurnal Hukum Samudra Keadilan, vol. 12, no. 2, 2017.

T. B. Sofyanto, “Analisis yuridis tindak pidana penebangan liar di kawasan hutan Kabupaten Blora,” dissertation, Universitas Islam Sultan Agung, Semarang, Indonesia, 2023.

O. Z. Rachmah, S. Bierhof, and M. F. Rizqi, “Analisis penegakan hukum terhadap pelaku penebangan liar (illegal logging) Hutan Halimun Salak Banten,” Beleid, vol. 2, no. 1, pp. 93–116, 2024, doi: 10.51825/beleid.v2i1.25119.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Rokan Hulu, Data Pelanggaran Hutan dan Penebangan Liar Tahun 2021–2025. Rokan Hulu, Indonesia: Dinas PUPR, 2026.

Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu, Laporan Pemanfaatan Lahan dan RTRW Kabupaten Rokan Hulu. Rokan Hulu, Indonesia: Bappeda, 2026.

Hamzah, Hartono, and N. Arsyad, “Fungsi polisi hutan dalam menanggulangi tindak pidana illegal logging di kawasan hutan Kabupaten Pinrang,” Journal of Lex Philosophy, vol. 4, no. 1, pp. 66–82, 2023, doi: 10.52103/jlp.v4i1.1489.

A. Hannang, “Polisi kehutanan berperan penting dalam menjaga hutan lindung di wilayah kerja UPTD KPH Kambuno,” pp. 1–20, 2025, doi: 10.24970.

A. A. A. Lutfi and A. R. Abdillah, “Penegakan hukum terhadap perlindungan hutan oleh polisi kehutanan,” Jurnal Litigasi Amsir, pp. 143–149, 2023.

S. Soekanto, Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penegakan Hukum. Jakarta, Indonesia: PT RajaGrafindo Persada, 2008.

R. R. Utama, M. Pawennei, and S. Sutiawati, “Efektivitas penegakan hukum terhadap pelaku ilegal logging oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia Daerah Sulawesi Selatan,” Vifada Assumption Journal of Law, vol. 2, no. 2, pp. 40–49, 2024, doi: 10.70184/7rmmb857.

R. Hidayati D., Pemberantasan Illegal Logging dan Penyelundupan Kayu. Banten, Indonesia: Wana Aksara, 2006.

N. Y. Yusuf, Tindak Pidana Pertambangan di Hutan Lindung: Tantangan dan Strategi Penegakan Hukumnya. Pekalongan, Indonesia: Penerbit NEM, 2025.

S. Songkaton, “Penerapan hukum pidana di lingkungan masyarakat,” Jurnal Wahana Hukum Nusantara, vol. 1, no. 2, pp. 5–10, 2025.

K. R. Rizki et al., “Implementasi kebijakan patroli presisi dalam meningkatkan keamanan lingkungan,” Jurnal Pembangunan dan Administrasi Publik, pp. 33–43, 2025, doi: 10.32834/jpap.v7i1.995.

Downloads

Published

31-07-2026

How to Cite

Rabiuladawiyah, R., Hartono , B. ., Lisda , F. H. ., & Hefriyenni , R. . (2026). Effectiveness Of Environmental Law Enforcement Against Illegal Logging In Rokan Hulu Regency. JHSS (JOURNAL OF HUMANITIES AND SOCIAL STUDIES), 10(03), 1026–1031. https://doi.org/10.33751/jhss.v10i03.293