The Tradition Of Mayang Twins In Javanese Muslim Marriage (Islamic Legal Sociology Analysis)

Penulis

  • Putri Wandari Institut Agama Islam Negeri Kerinci, Jambi, Indonesia
  • Faizin Faizin Institut Agama Islam Negeri Kerinci, Jambi, Indonesia
  • Widiya Yul Institut Agama Islam Negeri Kerinci, Jambi, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.33751/jhss.v10i01.393

Kata Kunci:

Kembar Mayang, Javanese Wedding, Islamic Legal Sociology.

Abstrak

Indonesia is known for its rich cultural heritage, one of which is Javanese culture that encompasses a variety of traditions, including wedding ceremonies. One significant element in traditional Javanese weddings is Kembar Mayang, a decorative arrangement made from young coconut leaves (janur kuning) that carries deep symbolic and philosophical meanings. This tradition serves not only as an ornament but also as a medium for instilling ethical values, spirituality, and social harmony. However, amid the currents of modernization and rising religious consciousness, the practice of Kembar Mayang has sparked differing views, particularly among the Muslim community in Sako Dua Village, Kerinci. While some consider it a cultural heritage worth preserving, others see it as conflicting with the tenets of Islamic monotheism (tawhid), deeming it to contain elements of shirk (polytheism). This study employs the Islamic legal sociology approach to analyze how the Kembar Mayang tradition is understood and practiced within its social and religious contexts. The research aims to offer a balanced understanding between cultural preservation and adherence to Islamic principles, and to promote an educational approach that ensures the tradition remains relevant without causing value-based conflicts in society.

Referensi

Abas, M., Amalia, M., Malik, R., Aziz, A., & Salam, S. (2023). SOSIOLOGI HUKUM (Pengantar Teori-Teori Hukum Dalam Ruang Sosial). PT. Sonpedia Publishing Indonesia.

Abdullah, A. R. (2025). Transformasi Pesta Pernikahan Dari Tradisional Ke Modern Di Kota Palopo. UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR.

Abdurrahman. (2015). Harmonisasi Hukum Adat Dan Hukum Islam Bagi Pengembangan Hukum Nasional Di Indonesia. AL MASHLAHAH JURNAL HUKUM DAN PRANATA SOSIAL ISLAM.

Afifah, A. Z. W., Nurlaili, R., Halima, O. N., Feronica, D., Sugiantoro, S., & Setyawan, K. G. (2024). Mengungkapkan Makna Simbolis Upacara Pernikahan Midodareni di Daerah Ngawi. maharsi, 6(3), 93–102. https://doi.org/10.33503/maharsi.v6i3.57

Alfarisi, S., & Hakim, M. S. (2022). Hubungan Sosiologi Hukum Dan Masyarakat Sebagai Kontrol Sosial. Jurnal Rechten : Riset Hukum dan Hak Asasi Manusia, 1(2), 20–28. https://doi.org/10.52005/rechten.v1i2.37

Astuti, H., & Marvelia, A. P. (2019). Makna Simbol Ritual Siraman Pernikahan Adat Jawa Tengah (Analisis Interaksional Simbolik Pada Ritual Siraman Pernikahan Adat Jawa Tengah). Komunikologi, 16(1).

Faizah, A. (2022a). Makna Simbolik Kembar Mayang Dalam Pernikahan Jawa Dan Alternatif Pembelajarannya Di Smp. Jurnal Diwangkara.

Faizah, A. (2022b). Makna Simbolik Kembar Mayang Dalam Pernikahan Jawa Dan Alternatif Pembelajarannya di SMP.

Jamin. (2025, April 2). Sejarah Kembar Mayang [Komunikasi pribadi].

Khumairani, A., Syahputri, W. N., & Siregar, R. W. (2023). Kebudayaan Masyarakat Di Desa Sei Bamban Dan Kebudayaan Masyarakat Di Kota Perbaungan. At-Tarbiyah.

Kumara, A. D. (2025). Kembar Mayang: Simbol Harapan dan Doa dalam Pernikahan Etnis Jawa di Desa Denai Lama.

Manoppo, R., Caco, R., Ibrahim, Z. S., & Darwis, R. (2024). Dampak Tradisi Kembar Mayang Dalam Upacara Pernikahan Adat Jawa Di Desa Sidomulyo Selatan Kabupaten Gorontalo. As-Syams: Journal Hukum Islam, 5(2).

Mardian, S., Vanessa, E. R., Putri, U. S., & Nufus, N. (2024). Peran Budaya Dalam Membentuk Norma Dan Nilai Sosial: Sebuah Tinjauan Terhadap Hubungan Sosial Dan Budaya. Open Access, 3(11).

Mas’ari, A. (2017). Tradisi Tahlilan: Potret Akulturasi Agama dan Budaya Khas Islam Nusantara. KONTEKSTUALITA, 33(1).

Maysa Az-Zahra, Laila Syabrina, & Fahrurrozi Fahrurrozi. (2024). Penerapan Nilai-Nilai Wata’a Wanuu ‘Alal Birri Wattaqwa Di Desa Sidodadi Bah Birong Ulu Manriah. Aksi Nyata : Jurnal Pengabdian Sosial dan Kemanusiaan, 1(3), 84–93. https://doi.org/10.62383/aksinyata.v1i3.301

Mulyana, D. (2004). Metodologi Penelitian Kualitatif (Paradigma Baru Ilmu Komunikasi dan Ilmu Sosial lainnya). Remaja Rosdakarya.

Oktaviana, D. (2022). Kembar Mayang Dalam Upacara Pernikahan Masyarakat Jawa (Tinjauan Filosofis). Widya Katambung:Jurnal Fisalfat Agama Hindu, 13(1).

Pratiwi, M. T. (2023). Tradisi Adat Jawa Saat Melaksanakan Pernikahan Dalam Perspektif Hukum Islam. AL-MAQASIDI, 06.

Raban. (2025, April 5). Kembar Mayang di Desa Sako Dua [Komunikasi pribadi].

Rayhan, M., Jati, D. K., Zaky, F. N., Albian, M. R., & Purwanto, E. (2025). Globalisasi Budaya dan Media Digital: Dilema antara Modernisasi dan Pelestarian Budaya Lokal. Indonesian Culture and Religion Issues, 2(3).

Saputri, I. R. (2022). Tradisi Kembar Mayang Dalam Kehidupan Masyarakat Jawa Di Desa Gulurejo. Jurnal Dinamika Sosial Budaya, 24(1), 92–98. https://doi.org/10.26623/jdsb.v24i1.3529

Savira, A., Sulisfiani, A., Aprianda, D., Hudi, I., Mahda, M. Y., Listi, O. C., & Maharani, R. W. (2024). Pandangan Terhadap Keragaman Budaya Indonesia Di Negara Lain. Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 1(6).

Ulum, W. (2024). Konsep Kafaah Pernikahan Islam Dalam Adat Jawa. Fakta: Forum Aktual Ahwal Al-Syakhsiyah, 2(2), 137–141. https://doi.org/10.28926/fakta.v2i2.1595

Widayanti, S. (2008). Makna Filosofis Kembar Mayang Dalam Kehidupan Masyarakat Jawa. Jurnal Filsafat, 18 Nomor 2.

Yuliana, E., & Zafi, A. A. (2020). Pernikahan Adat Jawa Dalam Perspektif Hukum Islam. AL-MASHLAHAH JURNAL HUKUM ISLAM DAN PRANATA SOSIAL ISLAM.

Zannah, U. (2014). Makna Prosesi Perkawinan Jawa Timur Sebagai Kearifan Lokal (Pendekatan Etnografi Komunikasi Dalam Upacara Tebus Kembar Mayang Di Desa Jatibaru Kecamatan Bungaraya Kabupaten Siak Provinsi Riau). Jurnal Online Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 1 No 2.

Diterbitkan

2026-05-25

Cara Mengutip

Wandari, . P. ., Faizin , . F. ., & Yul , W. . (2026). The Tradition Of Mayang Twins In Javanese Muslim Marriage (Islamic Legal Sociology Analysis). JHSS (JOURNAL OF HUMANITIES AND SOCIAL STUDIES), 10(01), 760–766. https://doi.org/10.33751/jhss.v10i01.393

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama